dikutip dari jurnal bapak Slamet Handoko, Idhawati Hestiningsih, Achmat Ainul Afif, Mohammad Arif
Program Studi Teknik Informatika Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Semarang
Program Studi Teknik Informatika Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Semarang
RESUME JURNAL DATA
BASE
Program yang digunakan :
Aplikasi sistem informasi
manajemen untuk pengelolaan kafe dibangun menggunakan bahasa pemrograman
Borland Delphi 7.0 dan basis data MySQL.
Dengan adanya aplikasi sistem informasi ini diharapkan kegiatan
transaksi yang terjadi menjadi lebih praktis, proses rekap transaksi jadi lebih
mudah, dan laporan keuangan ataupun laporan pembelian
barang secara bulanan ataupun sewaktu – waktu dapat diketahui lebih cepat.
Tahap Menjurnal Bukti Transaksi :
Tahap awal dari langkah menjurnal
adalah memisahkan transaksi menurut sifatnya, pemisahan tersebut dilakukan
dengan memerikasa secara cermat setiap data yang dikumpulkan, apakah data
tersebut merupakan transaksi penjualan, pembelian, biaya operasional, pembelian
peralatan, dan lain sebagainya Tahap ini merupakan proses pengklasifikasian
aneka transaksi dalam sebuah catatan berdasarkan urutan kronologis.
Catatan-catatan ini disebut dengan jurnal. Jurnal dilakukan dengan mendebit dan mengkredit
perkiraan–perkiraan serta menjaga keseimbangan di dalam buku besar secara umum
terdapat dua jenis jurnal yang digunakan dalam proses akuntasi. Yang pertama
adalah dua lajur atau lajur umum dan yang kedua adalah jurnal khusus. Jurnal
Dua Lajur atau Lajur Umum merupakan jurnal yang lazim digunakan pada banyak
perusahaan karena selain praktis juga dapat digunakan untuk menganalisis
transaksi yang terjadi.
Tahap pengumpulan bukti transaksi
3.4 Diagram Hubungan Entitas
Entity Relationship Diagram SIM untuk pengelolaan kafe dapat dilihat pada
Gambar 4
Gambar 4 ERD SIM untuk
pengelolaan kafe
Dengan selesainya penelitian ini,
maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1) Mempermudah rekap data
transaksi keluar dan masuk yang dilakukan oleh pegawai.
2) Otomatisasi proses absensi
karyawan dengan menggunakan id karyawan pada barcode sehingga hanya perlu
membaca barcode untuk dapat absen pegawai.
3) Dengan adanya sistem database
semua data – data transaksi tersimpan dengan baik sehingga dalam pembuatan
laporan pimpinan hanya perlu login dan melihatnya.
4) Berdasarkan hasil kuisioner
yang diberikan kepada pegawai dan pimpinan di dapat nilai 81,67% dari tingkat
kepuasan responder.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar