Pages

Senin, 30 September 2013

Rangkuman Jurnal

dikutip dari jurnal bapak Slamet Handoko, Idhawati Hestiningsih, Achmat Ainul Afif, Mohammad Arif
Program Studi Teknik Informatika Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Semarang

 
RESUME JURNAL DATA BASE

Program yang digunakan :

Aplikasi sistem informasi manajemen untuk pengelolaan kafe dibangun menggunakan bahasa pemrograman Borland Delphi 7.0 dan basis data MySQL.  Dengan adanya aplikasi sistem informasi ini diharapkan kegiatan transaksi yang terjadi menjadi lebih praktis, proses rekap transaksi jadi lebih mudah,  dan  laporan keuangan ataupun laporan pembelian barang secara bulanan ataupun sewaktu – waktu dapat diketahui lebih cepat.

Tahap Menjurnal Bukti Transaksi :

Tahap awal dari langkah menjurnal adalah memisahkan transaksi menurut sifatnya, pemisahan tersebut dilakukan dengan memerikasa secara cermat setiap data yang dikumpulkan, apakah data tersebut merupakan transaksi penjualan, pembelian, biaya operasional, pembelian peralatan, dan lain sebagainya Tahap ini merupakan proses pengklasifikasian aneka transaksi dalam sebuah catatan berdasarkan urutan kronologis. Catatan-catatan ini disebut dengan jurnal. Jurnal  dilakukan dengan mendebit dan mengkredit perkiraan–perkiraan serta menjaga keseimbangan di dalam buku besar secara umum terdapat dua jenis jurnal yang digunakan dalam proses akuntasi. Yang pertama adalah dua lajur atau lajur umum dan yang kedua adalah jurnal khusus. Jurnal Dua Lajur atau Lajur Umum merupakan jurnal yang lazim digunakan pada banyak perusahaan karena selain praktis juga dapat digunakan untuk menganalisis transaksi yang terjadi.

Tahap pengumpulan bukti transaksi





3.4 Diagram Hubungan Entitas Entity Relationship Diagram SIM untuk pengelolaan kafe dapat dilihat pada Gambar 4



Gambar 4 ERD SIM untuk pengelolaan kafe



Hasil tampilan data base



 

SIMPULAN

Dengan selesainya penelitian ini, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1) Mempermudah rekap data transaksi keluar dan masuk yang dilakukan oleh pegawai.

2) Otomatisasi proses absensi karyawan dengan menggunakan id karyawan pada barcode sehingga hanya perlu membaca barcode untuk dapat absen pegawai.

3) Dengan adanya sistem database semua data – data transaksi tersimpan dengan baik sehingga dalam pembuatan laporan pimpinan hanya perlu login dan melihatnya.

4) Berdasarkan hasil kuisioner yang diberikan kepada pegawai dan pimpinan di dapat nilai 81,67% dari tingkat kepuasan responder.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar