Berjalan menyusuri kota kecil
tempat aku lahir, masih dengan langit yang sama meski sedikit berbeda suasana,
meski bertambah bangunan yang sedikit demi sedikit memenuhi jantung kota ini.
Namun masih seperti 1 tahun setelah ku tinggal merantau untuk pendidikan
dibangku kuliah , kota kecil ini masih dengan hembusan angina nya yang sama.
Pelan, sayup ku rasa tiupan angina nya yang menerpa wajah yang berhijab ini.
Seakan menikmati udara kota kelahiran yang kini jarang dirasa.

Masih dengan rute yang sama town
city dengan kokoh berdiri salah satu bank swasta yang satu dari cita-cita untuk
dapat bekerja disana, rumah bupati yang mana aku sering melambaikan tangan
berharap beliau melihat rekaman cctv dan melihat salah satu putri daerahnya
yang cantik .. ~,~. Hanya beberapa meter dari town city ku rasa ada yang
berbeda, ya.. gedung SAMIN yang baru selesai pembangunannya beberapa bulan
lalu.
Hal yang sebenarnya berkontribusi
sedikit lebih banyak adalah ketika menyusuri kawasan jl. Pahlawan yang berjejer
toko, butik dan distro baju yang merupakan pusat mode di kota kelahiran ini.
Selalu berhenti untuk membeli beberapa potong kain atau baju bahkan hanya
sekedar melihat mode yang sedang happening (maklum gadis remaja yang stylish).
Dengan wajah yang bahagia menenteng beberapa tas dari brand butik baju tersebut
meski kenyataannya isi dompet semakin menipis.
Jalan-jalan menyusuri kota ini
masih berlanjut dengan santai selagi menikmati suasana sore yang cerah . dengan
putaran ban motor yang semakin menuju gang kecil semakin pelan dan sssttt…
suara rem motor yang seakan memecah suasana yang tenang. Tanpa sadar aku
hentikan motor beat putih ku ini pada sebuah gang kecil, sunyi yang tepat
didepan ku. Sedikit ragu namun pelan ku jalankan motor ku kembali.
Gang kegagalan aku menyebutnya.
Selagi menyetir aku teringat masa SMA ku, aku sering melewati gang ini untuk
mengikuti ekstra Panahan yang tepat diujung gang ini ada lapangan luas untuk
latihan polisi maupun atlet panahan lainnya. Disisi lain ada kala aku hanya
sekedar melewati gang ini berharap melihatnya. Emm,, seakan magnet yang dapat
menarik ku untuk melewati tempat ini. Dengan tersenyum puas sendiri ketika
dapat melihatnya di cafĂ© kopi yang sering disinggahinya. Aaaa…. It was embrace
thing.. my first senior high school love. Itulah yang membuat ku menamai gang
ini sebagai gang kegagalan, disini aku hanya bisa melihatnya tanpa ada kesempatan
untuk sebuah pengungkapan dan kepastian meski beberapa teman mengatakan bahwa
bukan sebelah tangan yang terjadi namun berbalas. Namun sekali lagi hembusan
angin membuyarkan pikiran ku yang melayang pada masa yang telah terlalui.. Ah..
sudahlah bukan berandai jika satu dari kami jujur maka cerita mungkin berbeda.
Hembusan angin ini sudah mulai
terasa dingin menerpa setelan chiffon yang ku kenakan, setelah benar-benar
sadar dengan kenyataan ini ku putuskan untuk mengubur segala kenangan yang
sedikit menjadi kekecewaan waktu lalu. Dan kembali memutar balik motor ku
melaju kencang menuju surga dalam kota kecil ini. I am home… ~,~
Catatan saat liburan
semester II
Blora, June 24th
2013
Author,

Juwita rahayu